1. Yossy Girsang
  2. Lanjutan
  3. Gaya hidup Miliarder Dunia

Artikel

9Jun 2016

Gaya hidup Miliarder Dunia

Sumber: detik.com

Percaya atau tidak, tidak semua Miliarder di dunia hidup dengan berfoya-foya sambil bermewah-mewah. Bahkan, beberapa diantaranya punya gaya hidup yang sederhana, jauh dari kesan mewah, layaknya seperti orang biasa pada umumnya.

Banyak orang berpikir bahwa orang yang naik mobil mewah dan tinggal di rumah besar adalah orang kaya, padahal tidak sedikit orang yang bergaya hidup seperti itu justru hidupnya penuh dengan utang yang menggunung. Kelihatan mapan di luar padahal sebenarnya rapuh di dalam keuangannya.

Berikut adalah 4 Miliarder dunia sukses yang percaya bahwa hidup itu justru lebih nikmat bila hidup sederhana, dan berbagi ke orang yang tidak mampu & sakit.

1. Warren Buffett

Jutaan orang membaca buku Buffett, mengikuti cara kerja perusahaan investasinya Berkshire Hathaway, dan setiap langkah investasi yang dilakukannya. Rahasia suksesnya Buffet ternyata mudah saja, yaitu hidup sederhana.

Buffett, yang punya kekayaan senilai US$ 65.2 miliar (Rp 762 triliun) di tahun 2014, tidak menyukai barang-barang dan rumah mewah. Ia masih tinggal di rumahnya yang sederhana di daerah Omaha, Nebraka. Rumahnya itu dia beli seharga US$ 31.500 (Rp 370 juta) sekitar 50 tahun lalu.

Meskipun dia sering makan di restoran mewah di sekeliling dunia untuk urusan bisnis, ia juga tidak pernah menolak untuk makan siang hanya dengan sepotong burger dengan minuman ceri bersoda. Ketika ditanya mengapa ia tidak punya kapal pesiar, ia menjawab “Kebanyakan mainan hanya bikin repot.”

2. Carlos Slim

Orang terkaya nomor satu di dunia ini kurang dikenal jika dibandingkan dengan nomor dua, yaitu Bill Gates. Warga negara Meksiko ini memegang titel orang nomor satu terkaya di Dunia tahun 2012 yang lalu, lebih kaya dari Gates pendiri Microsoft.

Slim diprediksi punya kekayaan sebanyak US$ 73 miliar (Rp 854 triliun). Dengan uang sebanyak itu, ia bisa membeli apa saja yang dijual di dunia ini. Tapi, daripada hidup dikelilingi kemewahan, ia memilih untuk hidup sederhana. Ia sendiri masih tinggal di rumah yang ia beli sejak 40 tahun lalu.

3. Ingvar Kamprad

Pendiri perusahaan furnitur asal Swedia Ikea ini mendapat keuntungan sangat banyak dari penjualan furnitur berkonsep rakit sendiri dengan harga terjangkau. Bagi Kamprad, penghematan dalam hidup tidak hanya bagi pelanggannya, tapi juga bagi dirinya sendiri.

Ia terkenal dengan pernyataannya “Pelanggan Ikea bukanlah meraka yang memakai mobil mahal atau tinggal di apartemen mewah.” Pernyataan itu juga diterapkan oleh dirinya sendiri.

Kamprad lebih suka memakai kelas ekonomi ketimbang bisnis dalam penerbangan. Ia pun keliling kota menggunakan bus atau Volvo tua miliknya.

4. Chuck Feeney

Pria blasteran Irlandia-Amerika ini tumbuh di masa-masa sulit AS di tahun 1950-an. Itulah mengapa ia mempertahankan gaya hidup sederhana meski sudah kaya raya seperti sekarang ini.

Ia punya motto “Tujuan saya bekerja keras, bukan ingin jadi kaya raya.” kata salah satu pendiri toko Duty Free yang sudah tersebar di seluruh dunia. Secara diam-diam, ia juga sering memberikan sumbangan dalam jumlah besar tanpa memakai nama sendiri.

Sumbangan tersebut banyak dilakukan melalui yayasan miliknya, Atlantic Philanthropies. Yayasan miliknya itu tercatat sudah memberikan sumbangan US$ 6,2 miliar (Rp 72,5 triliun) ke berbagai tempat seperti sekolah, departemen riset dan rumah sakit.

Pria yang selalu menggunakan transportasi umum ini juga gemar terbang dengan kelas ekonomi, beli baju di toko retail setempat dan tidak pernah menghamburkan uang untuk koleksi sepatu.

“Anda kan hanya perlu satu pasang sepatu untuk sekali pakai,” ujarnya. Ia juga mengajarkan anaknya mencari uang dengan kerja sampingan setiap musim panas.