1. Yossy Girsang
  2. Lanjutan
  3. Kapan waktunya beli saham?

Artikel

9Jun 2016

Kapan waktunya beli saham?

Sebagai seorang karyawan swasta, saya beruntung mendapatkan bonus atas kinerja tahun 2013 dari perusahaan sekitar akhir Februari 2014 yang lalu. Kebetulan perusahaan tempat saya bekerja mencetak keuntungan yang bertumbuh sehingga kita karyawan kecipratan rejeki lewat bonus yang dibagikan.

Lalu pertanyaannya, untuk apa bonus ini ? Akan saya belikan apa?

Di awal tahun 2014, saya memang sudah mengatur rencana keuangan saya selama setahun ini, sehingga dari total bonus yang saya peroleh ini sekitar 30% akan saya gunakan untuk memperbaiki rumah dan uang tahunan sekolah anak saya, lalu sisanya 70% akan saya gunakan untuk investasi saham.

Lalu pertanyaan selanjutnya, apakah saya sudah membeli saham dengan uang bonus tersebut di akhir Februari yang lalu atau Maret yang lalu? Jawabannya:…masih belum. Saya masih memegang dalam bentuk cash.

Loh kenapa?

Ya, karena di 1-2 bulan terakhir IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) sudah naik cukup tinggi 14% dan mencapai angka 4800.

Bahkan kalau kita amati ke per saham nya, untuk saham-saham perusahaan bagus dan likuid juga sudah naik 20-40 % dari awal tahun. Jadi nilai saham-saham tersebut tidak lagi murah.

Saya sharing strategi ini kepada Anda karena banyak dari para pelaku pasar biasanya tidak memperhatikan waktu beli yang tepat. Waktu beli bagi mereka adalah ketika punya dana cash di rekening investasinya, gak peduli saham tersebut sudah mahal atau tidak.

Itulah mengapa banyak orang yang bertanya kepada saya, “Pak Yossy, saya sudah beli saham perusahaan bagus, untungnya terus bertumbuh, manajemennya jujur, tapi kok harga sahamnya gak naik-naik saya tunggu hingga 1-2 tahun.”

Ketahuilah bahwa, walau saham perusahaan bagus tidak berarti kita bisa beli kapan saja.

Supaya hasilnya bisa optimal dan mencapai rata-rata imbal hasil kenaikan harga saham 20% setahun ada satu strategi yang saya beri nama “Strategy Sniper” yaitu membeli ketika harga saham perusahaan bagus sedang turun atau diskon.

Mirip ketika Anda hendak belanja, Anda pasti lebih diuntungkan ketika membeli barang bagus di harga diskon. Kalau belum diskon? Yah, jangan dibeli dulu, sabar saja menunggu sampai waktu itu tiba.

Demikian juga dalam Investasi saham, percayalah bahwa saham bagus dengan harga terdiskon juga akan selalu ada, biasanya hal itu terjadi karena sentimen negatif dari para pelaku pasar saham dimana mereka cenderung menjual saham yang mereka miliki hanya karena terikut dengan suasana panik di pasar saham, bukan karena perusahaannya yang bermasalah.

Di situlah seharusnya waktu yang tepat bagi Anda para Investor Saham membeli, sekali lagi membeli…bukan menjual.

Bagaimana cara membelinya? Pakailah strategy Sniper. Kita tahu bahwa seorang sniper atau penembak jitu biasanya hanya menembak sesekali. Dia tidak menghambur hamburkan peluru nya dan membabi buta dalam menembak. Yang dilakukan seorang Sniper adalah menunggu di saat yang tepat kapan akan melumpuhkan musuhnya. Nah dalam hal ini juga, sebagai seorang Investor Saham Anda harus belajar bersabar menunggu moment yang tepat kapan akan membeli saham dari perusahaan yang bagus. Ketika timing itu tiba, Anda cukup membeli saham 2-3 x setelah itu duduk manis menunggu saham perusahaan bagus itu akan naik kembali.

Perlu Anda ketahui bahwa selama perusahaannya bagus, walau harga sahamnya turun, akan ada masanya harga tersebut naik kembali bahkan lebih tinggi dari harga sebelum turun.

Hingga saat ini awal April, saya masih mengumpulkan bonus yang saya terima di rekening bank saya, dan lanjut menyisihkan gaji saya tiap bulannya sambil menunggu kapan IHSG akan turun lagi.

Seperti kata Warren Buffett, Investor Saham terkaya dunia , “Anda harus rakus saat orang lain ketakutan, dan ketakutan saat orang lain rakus.”