1. Yossy Girsang
  2. Mahir

Mahir

17Apr 2017

Mencari Perusahaan Terbaik Bagian (1)

data-and-information

 

Dalam menganalisa dan mencari perusahaan terbaik untuk investasi saham, salah satu indikator penting dan sering saya gunakan dalam analisa adalah Profit Margin.

Profit Margin merupakan indikator dari kemampuan sebuah perusahaan untuk menghasilkan keuntungan bersih. Formulanya sederhana yaitu membandingkan net profit (laba bersih) perusahaan terhadap revenue (pendapatan)-nya. Biasanya dalam persentase atau dikali 100%.

(Net Profit / Revenue) x 100 = % Profit Margin

Contoh simplenya begini:

Jika Anda menghabiskan Rp 1.000 untuk memperoleh Rp 2.000, itu artinya 50% profit margin.

Jika perusahaan bisa membuat produk dengan biaya Rp 1.000.000,- lalu menjualnya seharga Rp 1.500.000,- artinya profit perusahaan Rp 500.000,- sehingga profit margin perusahaan tersebut adalah 500.000,-/ 1.500.000,- x 100% = 33.33%.

Semakin tinggi harga jual dan semakin rendah biaya yang dikeluarkan maka semakin tinggi pula Profit Margin. Namun yang perlu dicatat adalah profit margin tidak akan mungkin lebih dari 100%.

Bagaimana cara menghitungnya dari Laporan Keuangan perusahaan?

Saya ambil contoh Laporan Keuangan PT Telekomuniasi Indonesia Tbk (TLKM) tahun 2016. Laporan keuangan ini saya ambil dari

http://www.idx.co.id/id-id/beranda/perusahaantercatat/laporankeuangandantahunan.aspx

TLKM Lapkeu

Seperti yang Anda lihat di gambar di atas dan perhatikan angka yang saya lingkari, Pendapatan (Revenue) perusahaan TLKM di tahun 2016 adalah sebesar Rp 116.333 Milyar dan Laba Tahun berjalan (Net Profit) adalah Rp 29.172 Milyar.

Sehingga Profit Margin TLKM = (29.172 / 116.333) x 100% = 25.08%

Angka yang sangat bagus. Biasanya saya memilih perusahaan dengan Profit Margin minimal 10%.

Hampir semua bisnis berusaha untuk memperoleh profit margin setinggi mungkin, dan saya kira ini sangat masuk diakal karena semakin tinggi margin, maka semakin banyak profit yang diperoleh perusahaan di setiap penjualannya.

Namun, adakalanya bisnis tertentu yang memaksa perusahaan menurunkan marginnya, hal ini terjadi karena misalkan kompetisi harga antar perusahaan di bisnis yang sama, adanya penawaran atau produk/jasa baru yang memaksa produk/jasa lama diturunkan harganya, dan yang sering terjadi juga adalah adanya kenaikan biaya dalam memproduksi produk/jasa.

Jadi sekali lagi, ketika Anda hendak menganalisa dan membandingkan perusahaan mana yang hendak Anda pilih untuk investasi Saham, perhatikan Profit Marginnya. Semakin tinggi profit margin perusahaan, berarti bisnisnya semakin kuat.

 

 

9Jun 2016

Album “Saham Untuk Pemula”

Dapatkan Album “Saham untuk Pemula” oleh saya Yossy Girsang -hanya di iTunes Store atau klik link berikut ini:

https://itunes.apple.com/id/album/saham-untuk-pemula/id880097447

Di dalam Album ini Anda bisa mendengarkan dan belajar mengenai saham dengan bahasa yang simple dan sangat mudah dimengerti.

9Jun 2016

Tips Investasi Saham

Untuk Anda yang hendak mendapatkan tips mudah Investasi Saham, silahkan:

– follow saya di twitter @yossygirsang

– like saya di www.facebook.com/yossygirsangsaham

Setiap hari saya selalu berbagi mengenai cara berinvestasi saham yang mudah dan simple, siapapun bisa melakukannya…Ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa, karyawan, professional dan pengusaha…

Simak terus yah 🙂