1. Yossy Girsang
  2. Pemula
  3. ‘Warren Buffet Indonesia’ yang Tidak Mau Investasi Dolar

Artikel

9Jun 2016

‘Warren Buffet Indonesia’ yang Tidak Mau Investasi Dolar

Nilai tukar Dollar Amerika Serikat (USD) sedang kuat-kuatnya, hingga naik tinggi dibanding mata uang di seluruh dunia. Sudah saatnya Investor dalam negeri seharusnya memegang rupiah supaya penguatan USD bisa diredam.

Salah satu Investor Saham kawakan dalam negeri atau yang sering disebut sebagai “Warren Buffet-nya Indonesia” yaitu Lo Kheng Hong mengatakan, dengan berinvestasi menggunakan rupiah maka hal tsb akan turut membantu penguatannya terhadap USD.

“Saya pribadi tidak punya USD karena kalau kita pegang USD. itu artinya kita mengharapkan hal yang buruk terhadap ekonomi Indonesia. Berharap supaya rupiah melemah sehingga bisa untung besar. ujarnya kepada detikfinance.

“Makanya saya tidak mau pegang USD, Rupiah sajalah.” tambahnya.

Pasalnya menurut Lo Kheng Hong, dengan berinvestasi dalam bentuk rupiah maka harapannya selalu yang terbaik bagi Indonesia. Sama halnya jika berinvestasi dalam bentuk saham.

“Kalau pegang saham, kita selalu mengharapkan hal yang baik terjadi, Negara aman, ekonomi bertumbuh, daya beli masyarakat meningkat sehingga otomatis saham-saham terbaik juga ikut naik.” ujarnya.

Hari ini, USD dibuka menguat ke level Rp 12.750, cukup tinggi dalam setahun terakhir di 2014.

Sumber: Detikfinance, 17 Des 2014