1. Yossy Girsang
  2. Pemula
  3. Strategi seorang Millennial usia 28 tahun untuk pensiun di usia 37

Artikel

7Aug 2018

Strategi seorang Millennial usia 28 tahun untuk pensiun di usia 37

GettyImages-498338501-571065833df78c3fa27fe32a

Usia pensiun untuk warga Amerika Serikat adalah 63 tahun. Namun seorang pemuda di Minneapolis, AS berencana untuk bisa lebih cepat 26 tahun yaitu pensiun dini di usia 37 tahun.

Sean (*bukan nama sebenarnya sesuai permintaan) saat ini sedang dalam proses menuju pensiun dini: Pada usia 25 tahun, kekayaan bersihnya sudah mencapai 6 digit (ratusan ribu USD) , dan saat ini 2018 dia menginjak usia 28 dan memiliki lebih dari $ 250.000 (3.5 Milyar rupiah) di tabungan & investasi.

“Tidak ada warisan, tidak ada rejeki-tak-terduga,” tulisnya di blog-nya, My Money Wizard. “Hanya banyak tabungan, investasi pada umumnya dan pekerjaan di industri keuangan.”

Sean juga bebas utang, berkat beasiswa dan “orang tua yang sangat murah hati,” katanya kepada CNBC Make It. “Aku memulai dengan baik karena itu. Beban pinjaman mahasiswa (student loan) rata-rata di Colorado, di mana ia menghabiskan dua tahun pertamanya di perguruan tinggi, adalah $ 26.520 (372 Juta rupiah).

Namun, tujuannya untuk pensiun dalam waktu 9 tahun ke depan tentu membutuhkan strategi dan displin yang tepat. Berikut cara Sean mewujudkannya:

 

  1. Menabung lebih awal

 

“Saya selalu berpikir bahwa untuk memiliki cukup uang untuk pensiun, atau untuk mandiri secara finansial, Anda harus memiliki penghasilan yang besar,” kata Sean.

Kakeknya mengubah perspektif ini: “Kakek saya tidak berpenampilan seperti orang kaya. Dia membesarkan lima anak, dia mengendarai mobil tua dan berpenghasilan rata-rata karyawan di US.” Namun, ia berhasil menghemat lebih dari $ 1 juta (14 Milyar rupiah), sebagian besar berkat memanfaatkan strategi bunga majemuk (compound interest), yang menyebabkan kekayaan Anda seperti bola salju yang bergulir dari waktu ke waktu. Buat Anda yang belum paham bunga majemuk silahkan baca di artikel berikut ini: http://www.yossygirsang.com/rahasia-kekuatan-investasi/

“Ini benar-benar berbicara tentang waktu yaitu dimulai semakin muda/awal maka semakin baik, hidup wajar dan tentunya bunga majemuk,” kata Sean, yang membuat investasi pertamanya pada usia 16 tahun dan mulai serius menabung untuk pensiun ketika ia mendapatkan pekerjaan penuh pertamanya pada usia 23 tahun.

 

  1. Menetapkan tujuan

Buku Jacob Lund Fisker’s “Early Retirement Extreme” yang memotivasi Sean untuk mempercepat masa pensiunnya, karena dari buku ini menjelaskan bahwa Anda tidak perlu menjadi Billionaire untuk bisa pensiun dini.

“Saya selalu berasumsi, seperti kebanyakan orang, bahwa saya membutuhkan jutaan dolar untuk pensiun,” katanya kepada CNBC Make It. “Namun di sini, penulis (Jacob Lund) membuktikan bahwa pensiun itu membutuhkan uang yang jauh lebih sedikit daripada yang pernah saya bayangkan. Dan ini bukan satu ukuran yang cocok untuk semua orang – itu tergantung pada berapa banyak uang yang Anda belanjakan dan berapa pengeluaran Anda.”

 

  1. Memonitor pengeluaran

Daripada duduk dan mengurangi budget untuk mencapai tujuannya sebesar $750.000, Sean lebih memilih untuk mulai memonitor pengeluaran-nya.

Ini langkah pertama yang harus diambil oleh siapa pun jika mereka ingin menaikkan jumlah tabungan mereka atau mengendalikan keuangan mereka, Sean mengatakan: “Lacak pengeluaran Anda dan cari tahu ke mana uang Anda pergi. Begitu Anda melakukannya, Anda akan melihat list belanja-belanja Anda selama sebulan dan berkata, “Ya ampun, saya tidak percaya menghabiskan $400 untuk makan minum di luar.

Sean me-record pengeluarnnya dengan aplikasi smart phone, ada banyak aplikasi yang bisa Anda download untuk membantu mencatat pengeluaran Anda setiap hari setiap bulan.

Seiring waktu, ketika dia mulai mencatat semua pengeluarannya, jumlah tabungannya secara alami mulai meningkat. Ketika pertama kali dia mulai memonitor, dia dapat menghemat sekitar 35% dari penghasilannya. Tetapi ketika ia semakin sadar akan ke mana perginya uang itu, hingga tahun 2018 ini, ia dapat menyisihkan 60% penghasilannya.

 

  1. Mengalokasikan kenaikan gaji

Sejak lulus pada 2013, penghasilan Sean meningkat dari $50.000 per tahun menjadi sekitar $80.000, jumlah ini termasuk penghasilan rata-rata karyawan di US. Tetapi dia berprinsip bahwa “ketika berpenghasilan lebih banyak, bukan berarti menghabiskan lebih banyak,”katanya kepada CNBC Make It. “Setiap kali saya mendapat kenaikan gaji, saya berusaha menyisihkan lebih banyak untuk investasi.

 

  1. Menjaga biaya tetap rendah

“Jika Anda melihat pengeluaran saya dibandingkan dengan kebanyakan orang, dua area utama yang saya kurangi paling banyak adalah biaya tempat tinggal dan dan mobil,” kata Sean. Dia membeli mobil seharga $ 13.000 dengan tunai, yang berarti dia tidak memiliki cicilan mobil apa pun. Sementara untuk tempat tinggal, untuk sementara waktu, dia membagi biaya sewa dengan pacarnya dan membayar $640 per bulan. Setelah membeli rumah pada tahun 2017, mereka sekarang membagi cicilan dimana masing-masing membayar sekitar $740 per bulan.

Dengan menjaga biaya tetapnya tetap rendah, Sean memiliki ruang untuk berbelanja sesekali. Dan itulah kuncinya. Dia juga berusaha menyenangkan diri dengan makan di luar dan travelling. Dia menghabiskan $150 hingga $200 di restoran per bulan.

 

  1. Uang-nya bekerja untuknya

 Seperempat juta dollar tabungan Sean dibagi dalam beberapa bentuk. Dia memiliki sekitar $14.000 dalam bentuk tunai dan sisanya diinvestasikan dalam berbagai instrumen, dia mengatakan kepada CNBC Make It: “$ 104.000 dalam dana pensiun perusahaan, $116.000 dalam investasi saham dan $24.000 dalam Roth IRA (Individual Retirement Account under US law). Dia mem-posting rincian kekayaan bersihnya di blog-nya setiap bulan.

“Banyak orang yang keliru, dimana ketika mereka melihat seorang pemuda berusia 20 tahunan dengan seperempat juta dolar dan mereka segera berpikir, ‘Oh, dia pasti telah memperolehnya dari investasi bitcoin yang luar biasa atau melakukan strategi perdagangan saham yang jitu,'” kata Sean. Padahal dia melakukan hal yang sebaliknya dan hanya melakukan investasi sederhana.

“Anda tidak harus menjadi seorang jenius untuk berinvestasi saham,” katanya. “Banyak orang berpikir bahwa Anda harus terjun jauh ke dalam keuangan perusahaan untuk berinvestasi di pasar saham. Padahal Anda bisa berinvestasi di index fund atau reksadana, Anda tidak perlu menjadi ahli.”

Investasi baik yang dia lakukan adalah yang paling sederhana bagi kebanyakan karyawan: memberikan kontribusi maksimum kepada dana pensiun setiap tahunnya. “Saya menghemat lebih dari $6.000 per tahun dalam pajak hanya dari memaksimalkan kontribusi dana pensiun saya.”

Saat ini dia merasa progress-nya masih on track,”mungkin perkiraan saya pensiun di usia 37 tahun sedikit over optimis, tapi walaupun itu mundur sedikit masih tetap akan lebih cepat dibanding warga Amerika lainnya yang juga memiliki rencana untuk pensiun dini.

Namun Sean tidak berharap hanya duduk di pantai selama sisa hidupnya di masa pensiun. “Bukan itu yang saya cari,” katanya. “Yang saya cari adalah kebebasan (Freedom).

Jika saya ingin bekerja, saya bisa memilih untuk bekerja. Jika saya ingin travelling, saya bisa travelling. Untuk saya yang paling penting adalah Kebebasan

 

By Kathleen Elkins | CNBC.com