Trading vs Swing Trading: Bedanya Apa, Bro? Biar Nggak Salah Jalan

Last modified date


Buat lo yang baru nyemplung ke dunia saham, pasti sering denger istilah “trading” dan “swing trading”. Sekilas mirip, tapi sebenernya beda gaya, beda strategi, beda mindset. Nah, biar lo nggak salah ngikut, yuk bedain dulu dua gaya main saham ini!


1. Durasi Pegang Saham

  • Day Trading (trading harian):
    Beli pagi, jual sore. Kadang cuma hitungan jam, bahkan menit.
    Cocok buat lo yang fast-paced dan bisa mantengin layar terus.
  • Swing Trading:
    Pegang saham 2 hari sampai beberapa minggu. Lo nunggu momentum naik, tapi nggak buru-buru juga jual.
    Cocok buat lo yang pengen santai tapi tetep cuan.

2. Gaya Hidup & Waktu Luang

  • Trader Harian:
    Butuh waktu full buat pantau chart, baca sentimen pasar, dan eksekusi cepat. Lo harus gercep, nggak bisa baper.
  • Swing Trader:
    Nggak harus liatin chart tiap menit. Cukup analisa teknikal malam hari, beli saat market buka, dan tinggal pantau berkala.

3. Target Cuan

  • Trading Harian:
    Target kecil tapi sering. Cuan 2–5% per hari udah lumayan. Yang penting volume transaksi tinggi.
  • Swing Trading:
    Target lebih besar, bisa 10–20% per posisi. Tapi frekuensinya lebih jarang. Lebih sabar, tapi bisa lebih manis hasilnya.

4. Risiko & Emosi

  • Trader Harian:
    Risiko tinggi, cuan juga bisa cepat. Tapi mental kudu kuat, karena naik turun dalam sehari itu gila banget.
  • Swing Trader:
    Lebih adem. Risiko tetap ada, tapi lo punya waktu mikir sebelum ambil keputusan. Nggak terlalu “deg-degan” tiap detik.

5. Tools & Analisa

  • Trader Harian:
    Fokus ke chart, indikator teknikal, dan sentimen harian. Analisa cepat, eksekusi cepat.
  • Swing Trader:
    Kombinasi teknikal + fundamental ringan. Fokus ke pola harga dan momentum, bukan cuma noise harian.

Kesimpulan: Lo Tim Cepat-Cepat atau Tim Sabar-Sabar?

HalTrader HarianSwing Trader
Durasi PegangMenit–HarianBeberapa Hari–Minggu
Cuan TargetKecil tapi seringSedang tapi stabil
Waktu & FokusFull-timeBisa part-time
Risiko & EmosiTinggi & intensLebih tenang

Pilih yang sesuai gaya lo. Mau jadi sprinter atau pelari jarak menengah, yang penting konsisten, cuan, dan nggak nyangkut!


Afditya Imam