Upbit Kena Hack Lagi Senilai Rp596 Miliar di Jaringan Solana, Tepat 6 Tahun Setelah Insiden 2019
27 November 2025 – Bursa kripto terbesar Korea Selatan, Upbit, kembali menjadi korban peretasan besar-besaran. Pada dini hari tadi pukul 04:42 KST (02:42 WIB), hot wallet Solana milik Upbit kehilangan aset senilai sekitar ₩54 miliar atau setara $36,8–37 juta USD (Rp596 miliar). Ini menjadi insiden keamanan terbesar kedua bagi Upbit sejak peretasan 342.000 ETH pada 27 November 2019.
Menurut pengumuman resmi Upbit dan ribuan postingan real-time di X, aset yang dicuri meliputi berbagai token berbasis Solana seperti SOL, USDC, BONK, JUP, RAY, ORCA, RENDER, PYTH, LAYER, JTO, MEW, MOODENG, DRIFT, IO, HUMA, TRUMP, SONIC, SOON, dan beberapa token kecil lainnya (total 24+ aset).
Peretas langsung memindahkan dana ke wallet tak dikenal dan mulai mencairkannya lintas chain. Beberapa proyek seperti Layer sudah berhasil membekukan sebagian dana curian (sekitar ₩12 miliar atau ~$8,18 juta).
Respons Cepat Upbit: User Tidak Rugi Sepeser Pun
Berbeda dengan kasus WazirX di India yang membekukan dana pengguna berbulan-bulan, Upbit langsung menyatakan:
“Semua kerugian nasabah akan sepenuhnya ditanggung oleh dana korporat Upbit. Saldo pengguna tidak akan terdampak sama sekali.”
Mereka juga segera:
- Menangguhkan semua deposit, withdrawal, dan staking di jaringan Solana
- Memindahkan seluruh aset tersisa ke cold wallet
- Bekerja sama dengan tim proyek terkait dan otoritas untuk membekukan aset curian
Hingga berita ini ditulis, Upbit merevisi estimasi kerugian dari $37 juta menjadi $30,4 juta setelah sebagian dana berhasil dibekukan.
Ironi Tanggal: Tepat 6 Tahun Setelah Hack 2019
Yang membuat komunitas crypto gempar adalah tanggal kejadiannya sama persis dengan hack Upbit 2019:
- 27 November 2019 → 342.000 ETH (~$50 juta saat itu, sekarang bernilai ~$1,3 miliar)
- 27 November 2025 → $37 juta aset Solana
Kedua insiden terjadi hampir di jam yang sama (sekitar 04:42 KST). Banyak akun besar di X langsung menyebut ini “terlalu kebetulan” dan kembali menuding kelompok hacker Lazarus (Korea Utara), pelaku yang sama di balik hack Upbit 2019 menurut investigasi Chainalysis dan pemerintah Korea Selatan.
Dampak Pasar: Kimchi Premium Kembali, Token Solana Korea Pump Gila-Gilaan
Karena withdrawal ditutup sementara, pasar Korea langsung mengalami “supply crunch” parah. Token-token Solana yang listed di Upbit langsung pump puluhan hingga ratusan persen karena trader Korea tidak bisa jual:
- $ORCA +100–150% dalam hitungan jam
- $LAYER, $MEW, $MOODENG, $SONIC juga melonjak drastis
- Kimchi Premium kembali muncul – harga di Upbit jauh lebih tinggi daripada bursa global
Seperti kata Ki Young Ju (CEO CryptoQuant): “Koreans are pumping alts because arbitrage bots stopped working after Upbit paused withdrawals.”
Hot Wallet Masih Jadi Titik Lemah Terbesar CEX
Meski Upbit termasuk bursa paling aman dan diatur ketat di dunia (punya aset nasabah >$11 miliar), insiden ini kembali membuktikan bahwa hot wallet tetap rentan terutama saat menyimpan puluhan juta dolar aset dalam satu alamat signing.
Ini adalah hack CEX terbesar di tahun 2025 sejauh ini, dan terjadi hanya beberapa hari setelah pengumuman merger Dunamu (induk Upbit) dengan Naver senilai $10,3 miliar.
Pesan yang sama seperti 6 tahun lalu masih berlaku sampai hari ini: Kalau kamu masih simpan aset besar di bursa, segera pindah ke hardware wallet.
Stay safe, frens. Crypto memang masih liar.
