Perbedaan Broker Saham Asing vs Lokal di Pasar Modal
Di bursa saham Indonesia, lo bakal sering dengar istilah broker asing dan broker lokal. Keduanya sama-sama perusahaan sekuritas yang jadi perantara transaksi saham, tapi ada beberapa bedanya.
1. Asal & Kepemilikan
- Broker Asing 👉 biasanya dimiliki atau afiliasi sama perusahaan sekuritas internasional. Contoh: Credit Suisse, Morgan Stanley, JP Morgan.
- Broker Lokal 👉 dimiliki oleh perusahaan Indonesia. Contoh: Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Indo Premier, BCA Sekuritas.
2. Sumber Dana & Klien
- Asing: mayoritas kliennya investor institusi global (fund manager luar negeri, dana pensiun, hedge fund). Duit yang mereka mainin bisa triliunan.
- Lokal: kliennya campuran, mulai dari investor ritel (kayak kita-kita), sampe institusi lokal.
3. Gaya Transaksi
- Asing: cenderung long term oriented. Mereka sering akumulasi saham-saham big caps (blue chip) kayak BBCA, BBRI, TLKM, karena orientasinya investasi jangka panjang.
- Lokal: lebih variatif. Ada yang fokus gorengan buat trading jangka pendek, ada juga yang main stabil di saham fundamental.
4. Dampak ke Pasar
- Asing: sering jadi market mover. Kalau mereka net buy besar-besaran, IHSG bisa ikut terbang. Sebaliknya kalau net sell, market bisa jeblok.
- Lokal: lebih banyak mempengaruhi saham-saham mid cap atau gorengan. Pergerakannya bisa cepat tapi nggak selalu ngaruh ke IHSG secara keseluruhan.
5. Ciri di Broker Summary
- Asing: transaksi gede, konsisten, biasanya target saham likuid (blue chip).
- Lokal: lebih “rame”, kadang ada pola dominasi di saham tertentu (terutama gorengan).
Kesimpulan
- Broker asing = big player, duit gede, lebih fokus ke saham-saham top tier buat investasi jangka panjang.
- Broker lokal = lebih dekat ke investor ritel, fleksibel, dan kadang jadi “penggerak” saham gorengan.