Begini Cara Menabung yang Baik dan Benar

Last modified date

Berikut tips dan cara menabung yang baik dan benar menabung hanya menjadi resolusi keuangan setiap tahun yang tak pernah terwujud.

Yuk, hindari kesalahan sama di tahun-tahun sebelumnya. Bulatkan tekad dan mulai menabung yang baik dan benar di tahun baru agar masa depan keuangan kamu terjamin.

Berikut tipsnya, seperti dikutip dari berbagai sumber.

Menyisihkan uang di awal

Kesalahan banyak orang, mungkin termasuk kamu adalah tidak menjadikan menabung sebagai prioritas pengeluaran.

Sehingga, begitu setiap kali menerima gaji atau mendapatkan penghasilan, yang diutamakan selalu belanja kebutuhan dan keinginan.

Ketika di pertengahan bulan, gaji sudah habis. Tidak punya sisa uang untuk ditabung. Duit hanya cukup untuk bertahan hidup sampai gajian berikutnya.

Maka dari itu, saat gaji sudah masuk ke rekening, langsung sisihkan 10 persen atau lebih dari penghasilan untuk tabungan.

Jangan menunggu dari sisa gaji Karena faktanya tidak akan pernah sisa. Justru keuangan malah terancam defisit karena terlalu boros dan gagal menabung.

Gunakan metode menabung yang mudah

Sebenarnya tidak ada patokan harus menabung 10 persen dari gaji atau penghasilan. Gunakan metode menabung yang menurutmu mudah.

Tidak memberatkan keuangan, terutama buat kamu yang gajinya pas-pasan. Kamu bisa memulai menabung dengan nominal kecil atau uang receh.

Mulai dari nominal Rp 500, Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000. Tabung di celengan, toples, galon bekas, atau wadah lain yang tepat.

Metode lainnya yang dapat kamu coba di rumah, yaitu menabung sesuai tanggal. Maksudnya adalah nominal uang yang disimpan mengikuti tanggal, dan dimulai dari tanggal 30 atau 31 setiap bulan.

Contohnya, bulan Januari 2022, ada 31 hari. Tanggal 31 menabung Rp 31.000, tanggal 30 sebesar Rp 30.000, tanggal 29 menyisihkan Rp 29.000, begitu seterusnya.
Maka, total tabunganmu dalam sebulan (31 hari) menjadi Rp 496.000. Dengan cara tersebut, lambat laun akan menjadi kebiasaan. Kalau satu hari belum menabung, rasanya ada yang kurang.

Buka rekening tabungan khusus

Menabung di celengan, maupun menyimpan uang di bawah bantal atau lemari memang lebih praktis, mudah, dan bebas biaya administrasi, tetapi perlu diperhatikan risikonya.

Risiko kemalingan, kebakaran, bahkan dipakai untuk belanja. Kamu bisa membuka rekening tabungan khusus. Jadi, begitu uang terkumpul, langsung pindahkan atau disimpan ke tabungan agar lebih aman.

Rekening tabungan ini berbeda dengan rekening gaji, supaya dananya tidak campur aduk. Bisa juga dari rekening gaji ditransfer ke rekening tabungan sesuai alokasi menggunakan sistem autodebet.

Jadi, kamu tidak akan lupa menabung. Pilih rekening tabungan yang menawarkan gratis biaya administrasi atau yang biayanya rendah.

Paling penting, sesuai kebutuhan dan kondisi finansialmu, terutama dalam hal setoran.

Tambah setoran tabungan dari dana nganggur

Setiap tahun biasanya ada kenaikan gaji, bonus, maupun Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan. Jangan habiskan uang tersebut untuk foya-foya.

Lebih baik ditabung agar dapat mencapai target atau tujuan keuanganmu. Misalnya setiap tahun gaji naik 5 persen.

Dari yang sebelumnya alokasi tabungan 10 persen, ditambah menjadi 13 persen atau 15 persen. Dapat bonus dan THR dari kantor, masing-masing separuhnya simpan ke tabungan.

Separuhnya lagi bisa kamu gunakan untuk membayar utang, membeli kebutuhan hari raya, traktir makan keluarga, dan lainnya.

Singkirkan wish list tidak penting
Kebanyakan wish list atau daftar barang yang ingin kamu beli bisa menjebakmu pada belanja konsumtif.

Mau ini, itu, padahal tidak butuh. Hanya sekadar ikut-ikutan, takut ketinggalan yang lain. Kamu harus punya barang tersebut.

Inilah yang sering membuat keuangan pontang panting. Bukan untuk ditabung, uang dipakai untuk membiayai gengsi selangit.

Oleh karenanya, singkirkan wish list yang tidak penting. Belanja barang yang memang sangat kamu butuhkan. Bijak dalam menggunakan uang di masa muda agar hidup tenang di hari tua.

Afditya Imam