1. Yossy Girsang
  2. Profile

Profile

Saya menunggu kesempatan IHSG turun

profile-yossy

Salam kenal,

Pertama kali saya mengenal saham ketika masih di bangku kuliah. Waktu itu ada satu kelompok studi ekstrakulikuler di kampus saya Institut Teknologi Bandung yang mengadakan workshop mengenai pasar modal sekitar tahun 2001. Waktu mengikuti workshop itu terus terang karena saya masih baru belajar, saya sangat bingung karena banyak istilah-istilah yang tidak saya mengerti, mau tanya juga kok ya sungkan, soalnya pertanyaan terlalu banyak. Ya sudah, akhirnya saya lanjutkan belajar lewat buku buku dan teori-teori yang ada di internet. Karena memang kalau udah bicara soal uang, saya paling senang.

Pada waktu kuliah, saya masih belum bisa mulai berinvestasi di pasar saham karena waktu itu kiriman orangtua pas-pasan. Ada sih penghasilan lain seperti ngajar les dan saya juga membuka usaha iklan jual beli handphone di bandung waktu itu, tapi hanya cukup untuk biaya bulanan dan kuliah sehingga mau mulai investasi juga masih sulit. Waktu itu saya kuliah di Jurusan Teknik Mesin yang tidak ada kaitannya dengan investasi apalagi pasar modal. Tapi tetap kemauan saya sangat besar untuk suatu saat bisa berinvestasi.

Lulus kuliah tahun 2005, saya mendapat rejeki diterima bekerja di beberapa perusahaan, dan hampir semua perusahaan yang menerima saya saat itu menawarkan posisi di bagian produksi atau maintenance (perawatan mesin), kecuali 1 perusahaan multinasional yang menawarkan berbeda, yaitu menjadi Business Analyst, dan akhirnya tawaran ini yang saya ambil karena berbeda dan menarik buat saya. Ketika bekerja di posisi ini saya banyak belajar bagaimana menganalisa proses bisnis hingga ke hitung hitungan rupiahnya, apakah menguntungkan atau tidak dari sisi perusahaan.

Dan berhubung saya sudah kerja, saya mulai disiplin untuk memisahkan sebagian gaji dan bonus saya dan mulai serius untuk berinvestasi. Awalnya saya gak langsung terjun 100 % investasi saham, saya juga mencoba beberapa instrument lain seperti tabungan berjangka, deposito, emas logam mulia dan reksadana. Barulah setelah itu saya memutuskan untuk berinvestasi saham dalam porsi yang paling besar dari total uang yang saya miliki. Jadi bisa dikatakan saya belajar investasi saham juga dari pengalaman saya pribadi.

Saya mengidolakan Warren Buffett Investor Saham terbesar dunia, buku-buku dan videonya saya baca dan tonton berulang ulang tidak bosannya bahkan hingga saat ini. Karena apa yang saya baca saya terapkan dalam investasi saya.

Di tahun 2008 ketika IHSG turun cukup banyak, walau saham yang saya punyai juga ikut turun, saya tetap bertahan dan yakin sekali bahwa dalam jangka panjang IHSG pasti akan cenderung naik, bahkan pada waktu itu saya sempat menunda pembelian rumah dan memasukkan semua uang saya ke pasar saham. Hasil dari kesabaran itu saya sudah rasakan. Hingga saat ini momen itu selalu saya ingat dan berharap satu saat nanti akan ada lagi.

Lewat web ini saya hendak berbagi dengan bahasa yang sesederhana mungkin karena saya tahu di luar sana ada banyak rekan-rekan yang sebenarnya punya keinginan untuk berinvestasi saham namun sering menemui kendala karena kebanyakan informasi mengenai Investasi Saham dibawakan dengan bahasa yang rumit dan susah dimengerti.

Jadi, web ini akan banyak saya isi dengan dasar-dasar Investasi Saham, saya kupas dengan sangat sederhana, dengan harapan semakin banyak rekan-rekan bisa ikut berinvestasi.